Tag Archives: sistem pendidikan nasional

Salahkan SmackDown..


 

 

Fenomena kekerasan di dunia pendidikan menyeruak kembali ke permukaan. Kali ini, beberapa siswa yang “terinspirasi’ acara gulat mencelakai teman-temannya. Bahkan dua hari yang lalu (4/12) diberitakan oleh stasiun berita swasta “seorang siswa di NTB mengalami cedera dan memear akibat dibanting gurunya”. Anak tersebut menyatakan bahwa ia diangkat dan diputar-putar di udara seperti adegan SmackDown sebelum akhirnya sang guru melemparnya pintu kelas.

 

SmackDown “sang kambing hitam”

Kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan diduga akibat dari sebuah tayangan gulat SmackDown. Acara inin merangkaikan unsur olahraga dan hiburan. Walaupun terlihat sangat meyakinkan, acara ini tidak jauh berbeda dengan film, ada pemain, kostum, tata panggung, dan skenario. Semuanya menyuguhkan sebuah hiburan yang extreme, menegangkan, sekaligus membahayakan.

 

Namun apakah benar SmackDown yang menjadi penyebab dari terjadi kekerasan disekolah, sehingga jatuh korban meninggal dan luka-luka?

 

Kekerasan telah lama menjadi bagian dari sistem pendidikan Indonesia. Bentakan, pukulan, hingga tendangan telah menjadi metode untuk mengajak peserta didik berpikir. Metode kekerasan akan menjadi pembelajaran bagi peserta didik dan akan terus teringat serta turut membentuk karakter atau watak peserta didik.

 

Kekerasan tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik seperti contoh diatas. Kekerasan juga menampakkan dirinya dalam kurikulum. Kurikulum ini kemudian diturunkan menjadi bahan-bahan pelajaran, serangkaian tes yang menentukan kelulusan dan kemudian disuapkan langsung ke kepala peserta didik.

Konsep pendidikan seperti ini dapat disebut kekerasan karena materi pendidikan dipaksakan masuk kedalam kepala peserta didik. Padahal, setiap individu mempunyai berbagai persepsi yang berbeda-beda. Seorang pendidik asal Brasil, Paulo Freire, menyebut konsep pendidikan ini pendidikan gaya bank. Pendidikan gaya bank tidak mengizinkan adanya keberagaman dan tidak melatih peserta didik untuk berpikir kritis.

 

Kekerasan sebetulnya sudah tersedia dan SmackDown hanyalah pemicu bagi serangkaian gelaja-gejala keburukan pendidikan di Indonesia. Jika kita hanya menyempitkan SmackDown sebagai acara atau tontonan yang mengandung kekerasan bagaimana dengan Berita kriminal, perang dan film action yang juga kerap berisi kekerasan.

 

Tulisan ini tidak bertujuan untuk mendiskreditkan guru atau pengajar, yang melakukan tindak kekerasan pada peserta didik. Lebih jauh, tulisan ini mencoba ubntuk menggugah kita semua, yang selalu dekat dengan dunia pendidikan, untuk bersikap lebih arif dalam melihat permasalahan. Memperbaiki sistem dan metode pendidikan nasional merupakan tugas bersama, negara, masyarakat (termasuk insan pertelevisian), orang tua, guru dan juga peserta didik.

 

Pendidikan merupakan salah satu faktor pendorong kemajuan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, berdaulat dan demokratis. Melalui pendidikan sebuah bangsa dapat maju dan bersaing dalam pergaulan internasional. Pendidikan yang memanusiakan manusia dan anti-kekerasan akan menjadikan bangsa Indonesia mampu bersaing ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain.Walahu alam bisswab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a comment

Filed under Humaniora