Ulasan Film “Ran”-nya Akira Kuroshawa

Penantian panjang itu akhirnya melabuhkan suasana sedih dan terharu. Ini bukan cerita cinta.., tidak.., penantian yg saya maksud adalah waktu yang lama untuk mengunduh “Ran”,film kolosal besutan sutradara kondang asal negeri sakura, Akira Kuroshawa, dan suasana sedih nan mengharukan itu datang dari jalan cerita film mengagumkan ini, Film ini tak mudah ditemukan dipasaran, maklumlah, tahun pembuatan film ini adalah 1985. jadi, berbekal penyelidikan via mbah google, saya dapat menemukannya di indowebster (jgn pula anggap ini iklan maupun spam).

Film ini mengisahkan kehancuran sebuah keluarga raja perang (warlord) Ichimonji karena kerakusan anak2nya untuk menguasai kedudukan ayahnya., Ditengah kerakusan itu, saya ayah harus terdepak dari rumahnya, dikejar2 oleh pasukan anaknya, dan hampir mati., bahkan, karena tak dapat melakukan seppuku (bunuh diri ala jepang), ia menjadi gila.., gila sejadi-jadinya.., Ditengah kemelut pengkhianatan anak2nya itu, salah seorang anaknya, saburo (yg diam2 adalah tokoh protagonis), berusaha menolong ayahnya walau akhirnya mati ditangan pasukan tembak kakaknya (Jiro) sedangkan Jiro sendiri telah menyruh anak buahnya melakukan hal yang sama pada kakak tertuanya, Taro, yang diembani tugas memimpin kepala keluarga Ichimonji. Jiro-pun pada saat2 akhir sedang diserbu oleh sekutu2 saburo dan dapat disimpulkan ia pun bernasib celaka. Kejadian saling bunuh antar kakak beradik ini membuat sang ayah bertambah sedih sesedih-sedihnya.., dan film itu berakhir dalam suasana tragis yang menimpa hidetora ichimonji: kehilangan seorang anak yang mencintainya dan dikhianati oleh 2 orang anak yang dicintainya.

Film ini, gosipnya, adalah film terboros Akira Kuroshawa, ratusan pemain dikerahkan untuk menggambarkan situasi perang klasik jepang periode Shogun Ashikaga.., pada saat menonton film ini, fantasi saya melayang pada game2 simulasi perang semacam age of empire, empire earth, atau bahkan stronghold crusader dimana pemain harus mampu menempatkan pasukan dengan tepat, memberi pancingan-pancingan, menabur jebakan, dan membabat mush tiba2 dalam sekali serang.., sungguh menakjubkan.., the art of war.., sun tzu banget deh pokoknya.., Gosip lain yang beredar adalah, film ini merupakan adaptasi dari King Lear-nya Shakespeare. Jujur saja, bagi saya drama2 shakespeare sangat menjemukan (dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada dosen mata kuliah shakespeare saya dulu- u know-lah siapa :)-) dan dengan demikian saya tidak dapat mengamini gosip tersebut menurut saya.., perbandingan antara “ran” dan “king lear” mungkin bisa jdi bahasan yang menarik, mengingat setting tempat kedua karya ini berbeda jauh (jepang dan britania)..,

Namun, bagi saya, menonton ran adalah menonton kerapuhan jiwa manusia., keserakahan, kemunafikan, tipu muslihat, dendam kesumat, dan segudang sifat manusialah yang menjadikannya rapuh. Lewat ran, saya disajikan sebuah tragedi, yang menurut Mbah Aristotel bisa menyucikan jiwa manusia melalui proses katarsis.., Lewat tontonan tragis ini, saya juga berpura-pura menyucikan diri, melihat sisi buruk manusia, merefleksikannya pda kondisi (saya) sehari-hari .., apakah keserakahan, kemunafikan, tipu muslihat, dendam kesumat merupakan bagian dari kehidupan saya? Bagaimana kalo sifat2 itu lalu merapuhkan dan kemudian melumat eksistensi saya sebagai manusia? Huft.., tadinya mw having fun donlod pilem terus nonton perang2an, eh malah jadi mikir yang jauh2.., untuk hal ini saya tertunduk malu dan beringsut setuju dengan mbah saya yang saya sebut tadi..,

semoga sejumput tulisan ini bisa menjadi “comment” untuk “seruan” seorang guru di forum ini untuk tetap menulis dan juga “rangsangan” bagi agan2 yang doyan baca sastra ataupun nonton film tuk berbagi cerita.., salam hangat dari tangan kiri terkepal (lho, kok kaya salam penutup kaum Marxist ya.., wwkwk). Tabik.

Leave a comment

Filed under Humaniora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s